Instalasi Kabel Data LAN


Daftar Isi :

1. Perbedaan LAN, MAN dan WAN
2. Topologi LAN
3. Cara Pasang Kabel LAN
4. Yang Harus Diperhatikan Saat Instalasi Kabel Data


Perbedaan LAN, MAN, dan WAN


Dalam teknologi jaringan internet, dikenal istilah lain selain LAN, yaitu MAN, dan WAN. Lantas apa perbedaan ketiganya?

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Local Area Network atau LAN adalah suatu jaringan komputer dimana jaringannya bisa saling berkomunikasi dengan cakupan wilayah lokal. LAN adalah sebuah sistem komunikasi komputer yang jaraknya dibatasi tidak lebih dari beberapa kilometer dan menggunakan koneksi high-speed antara 2 hingga 100 Mbps.

Metropolitan Area Network atau MAN adalah jaringan komputer dimana jaringannya bisa mencakup area yang lebih luas daripada LAN. Selain itu MAN juga menggunakan teknologi yang lebih canggih. Jaringan MAN merupakan gabungan beberapa jaringan LAN yang mana menjangkau hingga 10-50 km
Contoh yang menerapkan metode jaringan MAN adalah jaringan antar perkantoran atau instansi yang masih dalam satu kota. MAN membutuhkan operator telekomunikasi yang akan menjadi penghubung antar jaringan komputer.

Sedangkan Wide Area Network atau WAN adalah jaringan komputer dimana cakupannya sangat luas dan bisa mencapai satu negara, Sob.
Jaringan WAN membutuhkan kabel serat optik (fiber optic), satelit dan gelombang mikro. Inilah yang membuat jaringan WAN bisa luas jangkauannya, tapi tentu biayanya juga sangat mahal. WAN mempunyai transmisi kecepatan cukup cepat, yakni mulai dari 2 Mbps – 625 Mbps atau bahkan lebih.


Topologi LAN


Pola atau bentuk hubungan antar node dalam suatu jaringan dinamakan dengan topologi. Beberapa topologi LAN adalah:

1. Topologi mesh
Topologi mesh adalah jaringan dimana komputer dihubungkan secara point to point (titik ke titik). Jadi, setiap perangkat bisa berkomunikasi secara langsung dan semua komputer akan terhubung satu persatu tanpa ada yang terputus.

2. Topologi bintang
Topologi bintang adalah jaringan yang menghubungkan semua komputer dan perangkat akan terhubung ke sakelar atau hub. Topologi jenis ini menggunakan pola terpusat, maka ada komputer yang berfungsi sebagai
server dan ada pula yang bertindak sebagai workstation.

3. Topologi cincin
Topologi cincin adalah jaringan yang menghubungkan semua komputer dan perangkat akan terhubung ke kabel dalam lingkaran tertutup. Topologi ini menggunakan pola jaringan yang tidak terpusat.

4. Topologi bus

Topologi bus adalah jenis topologi  yang menghubungkan semua komputer secara seri dengan kabel utama sebagai sentral lalu lintas data. Topologi ini biasanya digunakan pada jaringan berskala kecil yang mana seluruh perangkat jaringan akan terhubung dengan kabel tunggal atau biasa disebut bus. Sehingga semua komputer terhubung secara langsung dengan kabel tersebut. Topologi ini menggunakan pola jaringan tidak terpusat.

5. Topologi pohon
Topologi pohon adalah jenis topologi yang menggabungkan antara topologi bus dan topologi bintang. Topologi ini juga disebut topologi bertingkat karena digunakan untuk interkoneksi antar hirarki rendah untuk lokasi yang rendah dan hirarki tinggi untuk lokasi yang tinggi.


Cara Pasang Kabel LAN


Yuk, simak cara pasang kabel LAN yang benar di bawah ini!

1. Memasukkan Kabel LAN ke Konektor

- Kupaslah selubung kabel menggunakan tang crimping.
- Setelah selubuh kabel dikupas, kita bisa melihat susunan kabel.
- Aturlah susunan kabel tersebut agar sesuai dengan fungsi yang kita gunakan.
- Masukkanlah kabel tersebut ke konektor RJ-45
- Pastikanlah kabel masuk pada jalur yang benar.
- Masukkanlah kepala konektor RJ-45 ke dalam tang crimping.
- Tekanlah tuas tang crimping hingga terdengar bunyi klik.
- Kemudian, lepaslah tang crimping dari kepala konektor.
- Setelah kedua konektor telah ditekan menggunakan tang crimping, barulah kita          memasukkannya ke perangkat keras kita.

2. Mengatur Konfigurasi Koneksi Internet di Laptop atau PC

Setelah kabel LAN siap, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa kabel tersebut berfungsi secara baik.

Berikut adalah cara mengatur konfigurasi kabel LAN di laptop atau PC:

- Pertama, pastikanlah kedua konektor kabel LAN sudah terpasang di router dan laptop.
- Hidupkan laptop.
- Buka Network and Internet Settings.
- Masuk menu Network Connections.
- Klik kanan pada menu Ethernet dan pilih Properties.
- Klik Internet Protocol Version 4.
- Pilih opsi Obtain an IP address automaticaly.
- Klik OK.
- Lalu, bukalah aplikasi browser.
- Cobalah melakukan pencarian di internet dengan mengetik apa saja.
- Jika koneksi internet lancar, artinya kabel LAN pun berfungsi baik.


Yang Harus Diperhatikan saat Instalasi Kabel Data


Pada installasi jaringan local seperti ini, kabel yang umum dipakai adalah jenis UTP (Unshilded Twisted Pair). Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam penggunaan kabel UTP pada jaringan, salah satu alasannya adalah karena biasanya penyusunan kabel UTP ini akan sejajar dengan kabel listrik.

Berikut ini yang mesti kita perhatikan saat menggunakan kabel UTP dalam jaringan komputer.



1. Panjang maksimum kabel

Standar yang digunakan untuk penggunaan kabel UTP dalam jaringan adalah 80 meter. Ketika panjang kabel sudah mencapai titik kurang lebih 80 meter, kabel tersebut harus diputus dan disambung menggunakan hub. Fungsi hub disini ialah sebagai penguat sinyal. Karena semakin jauh jarak kabel tersebut, maka akan semakin lemah pula sinyal yang didapat.

Meskipun standar yang direkomendasikan adalah 80 meter, alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan maksimal kabel kurang dari 80 meter. Misalnya 50-60 meter saja, setelah sampai pada jarak tersebut sambung kabel menggunakan hub. 

2. Pelindung kabel

Gunakan pelindung luar kabel agar terhindar dari gigitan binatang seperti tikus. Kita bisa gunakan pipa untuk melindungi kabel UTP. Selain untuk menjad kabel agar tidak mengalami kerusakan, penggunaan pipa sebagai pelindung kabel juga bisa menambah kerapian kabel.

3. Kabel listrik dan kabel UTP

Kabel listrik tidak boleh ditempatkan berdekatan dengan kabel UTP, apalagi jika dimasukan ke dalam pipa secara bersamaan atau berada pada jalur kabel yang sama. Alasan utamanya adalah karena medan listrik pada kabel listrik dapat menimbulkan efek radiasi pada kabel data (UTP) sehingga memicu terganggunya proses pengiriman data dalam jaringan tersebut.

4. Dekat mesin listrik

Selain kabel listrik beberapa mesin listrik seperti motor pada pendingin AC juga dapat menimbulkan medan listrik yang dapat menggangu. Oleh sebab itu kabel data tidak boleh ditempatkan pada peralatan-peralatan listrik yang dapat menimbulkan efek radiasi medan electromagnet yang bersifat interferensi.

5. Tempat yang basah dan lembab

Kita semua tahu kalau barang elektronik itu sangat beresiko bila ditempat yang basah dan lembab. Kabel jaringan juga termasuk barang elektronik dan tentunya harus terhindar dari tempat-tempat basah ataupun lembab. Terutama pada saat musim hujan, pasatikan kabel-kabel tidak basah ataupun lembab.

6. Menandai setiap kabel

Memberikan tanda pada tiap-tiap kabel yang kita pasang sangatlah penting, meskipun kita sendiri yang memasang kabel tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan kita bisa lupa kabel yang terpasang pada perangkat akan terhubung kemana. Usahakan memasang alat penanda yang kuat dan tahan lama serta ditulis dengan jelas.


5. Cegah Malfungsi LAN di Kantor, Berikut Pedoman Instalasi Kabel Jaringan yang Perlu Diperhatikan

Berikut pedoman pengkabelan terstruktur yang perlu diperhatikan perusahaan sebelum membangun jaringan.

1. Memilih dan mengukur kabel

Kabel jaringan yang tepat menjadi kunci utama dalam implementasi jaringan. Oleh sebab itu, perusahaan harus menentukan apakah jenis kabel apa yang ingin digunakan. Untuk kebutuhan implementasi, perusahaan dapat menggunakan kabel fiber optik atau kabel coaxial.

Untuk kebutuhan internet berkecepatan tinggi, perusahaan dapat menggunakan kabel category (CAT) 8 dengan kecepatan hingga 40 Gbps atau kabel CAT 6A dengan kecepatan hingga 10 Gbps.

Mengingat ukuran ruangan kantor cukup bervariasi, perusahaan juga perlu memperhitungkan kebutuhan panjang kabel di setiap sudut ruangan. Tim IT dapat membuat blueprint atau denah ruangan terlebih dahulu untuk menentukan lokasi perangkat yang digunakan.

Dengan cara ini, tim IT juga dapat mencegah kekusutan kabel yang juga kerap memengaruhi performa pada kabel itu sendiri.

2. Mempertimbangkan rencana masa depan

Selain masalah teknis, rencana masa depan juga perlu dipertimbangkan dalam instalasi kabel jaringan. Untuk itu, perusahaan harus memastikan jika desain jaringan masih memiliki ruang untuk perluasan sehingga tidak mengganggu kinerja di masa depan

Jika kabel diletakkan di bagian atap, pastikan kabel sudah dipasang dengan benar sehingga tidak mengganggu jalur listrik maupun akses reparasi. Tim IT dapat menggunakan baki kabel, keranjang, atau kabel catenary sebagai alternatif pengelompokan kabel agar tetap rapi.

Begitu pun ketika kabel ditanam di dinding atau lantai, pastikan kabel masih menyediakan ruang kosong sehingga perusahaan tidak perlu merombak ulang tata letak jaringan apabila terdapat perangkat baru atau ketika tembok dan lantai akan direnovasi.

3. Dokumentasi

Guna mempermudah proses perbaikan dan pemeliharaan di masa depan, dokumentasi menjadi penting. Perusahaan dapat mendata jenis dan tipe kabel yang digunakan beserta panjang dari masing-masing kabel.

Perusahaan juga bisa memberi label atau kode warna pada setiap kabel yang berisi waktu pembelian maupun pemasangan. Jika perlu, siapkan dokumentasi cadangan bersama dengan catatan dan kendala teknis yang pernah dihadapi sebagai referensi apabila kasus serupa terulang kembali.

4. Testing

Hal terakhir yang tak kalah penting dalam membangun jaringan adalah testing. Pengetesan kabel jaringan wajib dilakukan sebelum proses, selama, dan sesudah.

Untuk diketahui, proses penyambungan kabel dapat memicu terjadinya penurunan kecepatan pada beberapa kabel. Dalam beberapa kasus, malfungsi hardware juga bisa berpengaruh terhadap kinerja dari kabel-kabel yang ada di dalamnya.

Guna mencegah hal tersebut, tim IT dapat mengukur terlebih dahulu kecepatan kabel sebelum dipasang dan setelah dipasang.

Salah satu cara untuk mengetahui berbagai kondisi kabel adalah dengan menggunakan perangkat khusus yang mampu menentukan kinerja kabel. Salah satu perangkat tersebut adalah  LinkIQ™ Cable + Network Tester dari Fluke.

Untuk diketahui, LinkIQ™ merupakan perangkat pengukur kinerja kabel dan jaringan yang telah teruji dan dipercaya untuk melakukan pengukuran jaringan di seluruh dunia. Dengan menggunakan alat ini, tim IT dapat mengetahui apakah kabel maupun koneksi jaringan terhubung dengan benar.

LinkIQ™ memiliki cara kerja berupa memvalidasi kinerja kabel menggunakan pengukuran berbasis frekuensi. Dengan cara ini, tim IT dapat mengetahui bandwidth maksimal yang dimiliki kabel sekaligus kendala-kendala yang mungkin terjadi di dalam jaringan.

Begitupun ketika tim IT ingin mengetahui port koneksi, perangkat dapat mengirim sinyal untuk menyalakan indikator koneksi para sakelar port secara otomatis.

Tim IT juga bisa menggunakan metode paket LLDP atau CDP untuk menentukan nama sakelar, nomor port, dan LAN virtual (VLAN). VLAN sendiri berguna untuk memonitor traffic perangkat IoT, jaringan, hingga akses poin nirkabel

Tunggu Apalagi? Konsultasikan segera kebutuhan digitalisasi anda bersama www.androiddepok.com

KONSULTASI GRATIS 
0857-7612-5559 CS 1
0858-9165-8512 CS 2
0882-9037-8482 CS 3

Alamat Kantor : 
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111

Komentar